Kader bunglon

Setiap detik nafas senantiasa menemani dalam proses gerak manusia, jejak kaki adalah sebuah langkah menuju kealam kesadaran seiap makhluk, namun terkadang langkah itu terhenti karena kerasnya badai yang mesti dilalui. Pabila manusia berhasil melewati setiap terpaan badai, maka dia yang bakal terpilih menjadi manusia sempurna diantara manusia. Pengetahuan adalah bagai perahu untuk menapak samudera, pengetahuan itu datang tak diundang, pergi tak diantar ibaranya jelangkung. Pengetahuan juga diibaratkan binatang liar, jika binatang liar itu domestifkasi maka binatang tak liar lagi, begitu pun dengan pengetahuan dibutuhkan proses kebiasaan, kemudian menjadi pembiasaan dalam menacari jati jati diri.

Dari masa kemasa terjadi proses perkembangan, setiap makhluk pasti berevolusi untuk mampu beradaptasi dalam menggegam realitas. Namun yang terjadi untuk sekarang ini adalah noktah pembiasan pengetahuan. Mereka saat ini sangat sulit merunut puing-puing pengetahuan, yang kelak pengetahuan itu menjadi cerminan dia ada.

Hal itu mestinya disadari, karena merupakan badai besar dalam proses berlayar setiap insan, ketika telah ada pengetahuan tentang hal itu dibutuhkan spirit perjuangan tak mengenal bahasa usai dan lelah atau pun jenuh. Karena itu, suatu bagian kehidupan yang sangat subtansi dalam melangkah untuk mencapai cita dan cinta setiap insan.

Spirit perjuangan kini telah memudar, semangat intelektual semakin jauh dari noktah yang ditempuh, entah ini adalah sebuah warisan masa lalu yang kemudian menjadikan manusia sekarang mengalami pengerdilan makna, sehingga sebuah gagasan cemerlang tentang kedamaian dan keseimbangan realitas makro dan mikro dapat tercipta.

Manusia modern semakin menampakkan kekerdilan berpikir, ini adalah kado istemewa untuk kebodohan massif, mereka hanya menjadi piong-piong orang-orang cerdas, budak untuk sebuah Negara.

Kebodohan adalah ketidakmampuan untuk menjawab tantangan zaman, tidak mampu merasakan masa depan, sehingga ketika kebodohan berada dalam suatu Negara, maka akan terjadi kesenjangan social yang nantinya akan merusak suatu system social, moralitas, kebersamaan tidak ada lagi, hal ini disebabkan karena karena pendidikan dijadikan sebagai komoditi pasar, untuk mempertebal dompet segelintir orang, bahkan pendidikan bukan lagi subtansi kehidupan dalam bermasyarakat. masyarakat tanpa pengetahuan berarti mereka tak mengenal adab, tak mengenal adab berarti kriminalisasi, amoral akan terjadi, jika demikian maka kondisi suatu Negara akan merelakan semua potensi alamnya untuk negara lain, sehingga bangsa ini menjadi jatuh miskin dan menjadi pelacur murahan bagi Negara lain.

Pendidikan secara philosofi adalah memanusiakan manusia, atau kalau imam ali, r.a mengibaratkan bahwa ilmu adalah cahaya, semakin manusia mengejar ilmu maka manusia itu akan mendapatkan penerangan jalan untuk mencapai kesempurnaan. apakah hal ini tidak dipahami oleh pengambil kebijakan ?, ataukah mereka memahami akan tetapi mereka seolah-olah tidak mengerti akan hal itu ?, atau mereka mengerti namun pemikirannya hanya untuk mempertebal dompet mereka, demi mendapatkan kekayaan yang sifanya sementara??.

Bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang terdiri dari ribuan suku dan pulau-pulau yang bertebaran dari sabang sampai Marauke, namun kelak bangsa ini akan mengalami pergeseran budaya secara besar-besaran karena adanya pengaruh budaya dari bangsa lain yang berusaha untu menghllangkan budaya lokal yaitu scenario Globalisasi. Hal ini terjadi, dikarenakan pengetahuan mereka yang minim akan sebuah makna budaya bangsa. Juga pulau-pulau itu akan tenggelam karena efek dari global warming. Dalam hidup ini yang sangat subtansial adalah mengenal rahasia Kosmos, dan berusaha untuk menanamkan nilai-nilai kebudayaan local juga menyadari untuk menjaga kelestarian lingkungan. Dengan kesadaran itu, maka bangsa ini akan mencapai welfarestate juga kemiskinan, kebodohan bukan lagi ancaman bangsa kita.

Categories: Uncategorized Tag:
  1. ntie
    Maret 15, 2009 pukul 12:02 pm | #1

    jadi…. kira2 bgmn cara sodara mngataai kader yg bsfat dmikian???

    • domestifikasi
      Maret 15, 2009 pukul 1:00 pm | #2

      banyak bercermin

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.