Download Teori Demokrasi
DEMOKRASI ADALAH SOLUSI DARI PROBLEM SOSIAL
Oleh :
Muh. Ilham Yasin
Pernahkah anda merenungkan makna dari sebuah realitas sosial??hakekat dari realitas sosial adalah system yang bersifat abadi kemudian mengalami proses degradasi ke sub system yang lebih mikro yang sampai seterusnya. Namun anehnya system abadi dianggap suatu keterpisahan denga sub system, hampir semua tak mampu menafsirkan tentang hal itu, mereka mempersulit kehidupan mikro yang sebenarnya jawaban dari pertanyaan telah dihidangkan dalam gesekan realitas .
Gesekan dari realitas tersebut menghasilkan sebuah Percikan, salah satunya tentang sistem Demokrasi. Demokrasi yang awalnya hanyalah teori yang sulit untuk dirunut dan diterjemahkan dalam interaksi social, namun wacana ini kemudian menjadi bahan konsumsi teori dari para pemikir negera untuk menjawab kebutuhan dari realitas sosial. Didalam proses perkembangan Demokrasi mengalami sebuah kesempuranaan system, yang pertama memperkenalkan teori ini adalah Soscrates, namun pemikiran beliau hanya mampu dijabarkan oleh Plato, karena Socraetes tidak meninggalkan teks satu pun sehingga nama Socrates dikenal melalui ceramah Plato.
Plato 469-399 SM memperkenalkan tentang system interaksi social dalam bukunya The Republik, bahwa ada beberapa karakter dari warga Negara yaitu karakter manusia Oppurtunis dan karakter manusia yang kemana pun angin bertiup. Beliau juga mengatakan bahwa “ mana kala kita mendirikan kota, bahwa bila seorang itu tidak mempunyai sifat transendensi diri, ia tak akan menjadi baik kalau sejak masa anak-anak, permainannya tidak luhur dan semua kebiasaannya tidak luhur juga, betapa seenaknya Rezim itu menginjak-injak semua ini dibawah kakinya sama sekali tidak menghiraukan kebiasaan mana seorang terjun ke politik itu, melainkan menghormatinya asal ia berkata bahwa ia setuju dengan banyak. Demokrasi yang mempunyai sifat-sifat yang bebeda tetapi menetapkan kesamaan tertentu. ” demikian pemikiran Plato kemudian dikembangkan oleh banyak muridnya, salah satunya adalah Aristoteles.
Aristoteles 384-322 SM, mencoba lebih dalam mengkaji, mengkaji tentang system social secara komperehensif yang mengenai berbagai bentuk pemerintahan, arti kewarganegaraan dan peran pendidikan dalam kehidupan Politik. Menurut Aristoteles, suatu bentuk Negara boleh disebut baik, jika diarahkan pada kepentingan umum yakni semua kepentingan kepentingan individu yang mampu diakomadasi. Sedangkan bentuk negara yang buruk apabila diarahkan pada kepentingan penguasa. Menurut Aristoteles bahwa Ada enam bentuk Negara, tiga yang baik dan tiga yang buruk masing-masing adalah Tirani, oligarki dan demokrasi dan yang termasuk bentuk Negara yang buruk dan yang tergolong Negara yang baik adalah Monarki, Aristokrasi, dan Politea.
Dalam menilai bentuk Negara yang baik beliau berpendapat monarki hanya sah apabila orang yang kecerdesannya melebihi semua orang yang patut dicontoh kebijaksanannya, tetapi kenyataannya sangat sulit orang demikian sehingga monarki mudah terjeurumus kedalam Tirani. Aristokrasi pemerintah dipercayakan kepada segelintir orang yang mutlak dianggap paling baik, sama halnya dengan oligarki sangat sulit untuk menemukan orang seperti ini, maka Politea dipandang bentuk Negara paling baik dalam politik dengan istilah politeia hamper sama dengan makna demokrasi moderat, demokrasi dengan undang-undang dasar. Para warga Negara yang menganut system ini yang dapat menjadi pemimpin itu berasal dari golongan menengah, karena dari golongan menengah yang mampu untuk menyeimbangkan semua kepentingan. Hal ini yang mendasari lahirnya demokrasi konstitusional pada zaman modern, pokok pemikiran Aristoteles tentang Demoraksi adalah kebebasan pribadi, pemerintahan yang berdasarkan undang-undang dasar/konstitusi dan adanya kelas menengah yang besar. Menurut Aristoteles bahwa landasan Negara Demokrasi adalah kebebasan, kebebasan yang berarti bahwa pendapat orang pada umumnya hanya mampu dinikmati oleh Negara, dan prinsip kebebesan adalah setiap orang wajib memerintah dan diperintah dan memang demokrasi merupakan penerapan persamaan jumlah bukan proporsi, dari sinilah penafsiran bahwa hanya kaum mayoritaslah yang memiliki kekuasaan tertinggi dan apapun yang disetejui oleh mayoritas harus memiliki menjadi tujuan dan adil. Setelah beberapa fase perkembangan intelektual Yunani, script-script para pemikir dan seniman social lebih banyak menghabiskan energy membahas subtansi dari demokrasi, seorang seniman yang juga dikenal sebagai pemikir kebebasan yang bernama John Milton (1608-1674) mengatakan ia menghancurkan bukan membangun dan ia tidak menunjukkan cintanya terhadap kebebasan mealinkan terhadap penguasa, dari sinilah melahirkan suatu konsep kebebasan yang bernama Areopagatica, John Milton menyerukan tentang kebabesasn berbicara untuk melawan kevakuman system kerajaan.
Menurut John Milton bahwa bagaimana cara mengetahui baik dan buruk ketika tidak pernah melalui, kenapa buku-buku yang dianggap buruk itu dibakar itu sama dengan mengajarkan nilai keburukan. Seharusnya hal yang dilakukan adalah memberikan kebebasan pemikir untuk mengejewantahkan pemikirannya melalui teks kemudian disebarkan untuk sebuah pencerahan supaya Rakyat tahu untuk membandingkan antara kebenaran dan keburukan. John Milton berhasil memproklamirkan sebuah arti kebebasan, dengan kebebasan orang mampu berkreasi dan berapresiasi untuk sebuah kemajuan. Setelah John Milton hadir pemikir demokrasi lainnya yaitu John Locke.
John Locke (1632-1704) dikenal sebagai bapak demokrasi modern karena telah berhasil membangun pilar demokrasi dan mengenai Toleransi beragama (plusalisme) dia juga tela mampu memetakan dua bentuk masyarakat yang pertama masyarakat sipil dan masyarakat politik, dia juga dikenal sebagai sang pembebas Amerika. Menurut dia bahwa setia manusia dilahirkan pasti memiliki hak ata kebebasan sempurna dan hak untuk menikmati tak terbatas, semua hak-hak dan prevelise kodrat juga pada hakekatnnya setiap manusia mempunyai wewenang untuk menentukan dan menghukum pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan orang dari luar dirinya. Berangkat dari sebuah kejadian tentang kebebasan setiap manusia mka perlu ada yang yang mampu untuk menjadi benang merah untuk menyambungkan semua kepentingan masyarakat, dan ini disebut oleh John Locke sebagai masyarakat Politik dan sebagai penerima hukum adalah masyarakat non politik atau sipil.
Masyarakat Politik yang berarti dimana setiap orang menyerahkan kekuasaan kodratinya untuk meminta perlindungan hukum tanpa ada pengecualian, dengan demikian setelah semua penghakiman pribadi masing-masing anggota dikesampingkan, masyarakat itulah sendiri menjadi wasit karena merurut peraturan yang telah mapan, tidak memihak dan sama bagi semua. Dengan demikian masyarakat tersebut berhak membuat undang-undang dan menentukan hukuman bagi pelanggaran yang mereka anggap pantas, yang telah dilakukan oleh anggota masyarakat tersebut, inilah sejarah lahirnya Legislatif, dan masyarakat mempunyai wewenang untuk menguhukum setiap kejahatan yang dilakukan oleh anggotanya, inilah wewenang untuk menentukan perang atau damai atau ekskutif.
Setelah John Locke muncul pemikir yang bernama Charles De Montesquieu pola pemikirannya yaitu suatu analisis yang menyeluruh tentang sistem politik dan kebudayaan, geografi dan sejarahnya. Montesuquieu lebih memperdalam tentang analisis fungsi pemerintah, legislative, ekskutif dan yudikatif.
Pemikiran tentang fungsi pemerintah menurut beliau adalah peletakan konstitusi Negara untuk menjaga keseimbangan jalannya pemerintahan yang adil dan bijak serta mampu mengakomodasi kepentingan Rakyat.
Dari penjabaran sebagian dari teori-teori sosial tentang konsep Demokrasi dapat membuka tabir keteraturan dalam suatu bangsa, maka Indonesia
Amir Sjarifuddin Antara Negara dan Revolusi
Saat buku ini terbit, baik tokoh yang dibicarakan maupun pengarangnya, telah meninggal. Amir Sjarifuddin meninggal tahun 1948, menyusul Peristiwa Madiun yang melibat dirinya. Ia meninggal dalam arus revolusi yang bergerak begitu cepat, melebihi kemampuan tiap-tiap orang untuk menangkap apalagi mengarahkannya. Seperti ditulis Abu Hanifah ketika menutup tulisannya tentang tokoh ini dalam majalah Prisma, “Revolusi memakan anaknya sendiri”. Read more…

menatap realitas semu
HmI harus kembali kebarak, dan membuka semua virus yang menjerat dan berkarat dalam kader hijau hitam, kalo bukan generasi sekarang siapa lagi yang mau mengubah kondisi HmI yang telah berada diambang pintu kehancuran.
Filsafat Pisau tapi tumpul tanpa LOGIKA
dalam forum-forum ilmiah banyak ada banyak karater termauk
orang yang merasa banyak tahu, sdangkan yang dimilikinya
hanyalah kosong.
Filsafat sebuah kerangka Pengetahuan untuk membanguna kemanusiaan
kekinian.
klik disini kajian filsafat file:///D:/ARTIKEL-Q/Filsafat.ppt
Mencari jejak
OLEH
MUH ILHAM YASIN
“ Demokrasi adalah polesan pemikiran kritis dari konsep madani, demokrasi ini bukan dari Eropa ”
Sejak tahun 1908-2008 kaum muda tidak pernah kehilangan jiwa progresif dan revolusiener mereka meremas realitas dengan kekuatan intelektualitas untuk melepas realitas tertindas.
kemerdekaan bangsa ini semakin dewasa, namun kedewasaan yang didapatkan hanyalah kedewasaan ketertindasan, hal ini saya anggap bukan subtansi dari potensi madani, Konsep madani yang pertama kali dibumikan oleh nabiullah Muhammad SAW dikota Yastrib yang sekarang menjadi kota Madina menjadi bahan referensi untuk mencari solusi kemslahatan ummat (NEGARA),
konsep madani adalah konsep yang paling ideal dalam hal kemsyarakatan,yang mengatur segala aturan berkenegaraan didalam konsep madani ini didalamnya termaktub Piagam Madina, piagam Madina kemudian menjabarkan konsep tersebut untuk memberikan pemahaman hidup secara plural, namun, seiring berjalannya hari, konsep madania secara terus-menerus mengalami pergeseran paradigma. banyak pemikir berusaha menafsirkan konsep itu dalam realtas, namun tak ada satu pun yang mampu menginterpretasikan kedalam ruang sosial saat ini, mulai dari pemikiran Sosrates, Plato, dan Aristoteles sampai John Locke, Montesqiueo, max weber dan para pemikir lainnya hanya hanya mampu memahami sebahagian dari konsep Madani atau dikenal civil society.
Sebenarnya konsep madani erat kaitannya dengan prisipil demokrasi sempurna dan sejati. Karena menurut Montesqiau bahwa syarat terbentuknya demokrasi ketika trias politika telah terpenuhi dan mewujud menjadi prinsip bernegara yang paling hakiki dalam bermasyrakat.
Prinsip demokrasi tidaklah lepas dengan adanya pengaruh ideologi-ideologi tertentu dalam satu wilayah sehingga sulit untuk mewujudkan civil society, karena dalam satu negara terdapat dua ideologi dunia yang tak henti-hentinya bertarung yaitu kapitalis dan sosialis. Di Indonesia pada awal tahun kemerdekaan 1945 Ir Soekarno mencoba menerapkan ideologi sosialis di Indonesia dengan mengeluarkan kebijakan Triskati Pembangunan salah satunya adalah Ekonomi Mandiri Yaitu pengelolaan hasil alam di tanggung oleh negara dan membuat proteksi terhadap negara lain.
Cita-cita ideal Presiden pertama tak kunjung terkabulkan dikarenakan para tuan-tuan pemilik modal ketakutan akan perusahaan mereka mengalami kerugian mereka bahkan membuat skenario kudeta untuk kejatuhkan kedudukan Soekarno, dan para pemilik modal memberikan kepercayaan pada kapten Suharto untuk mengambil alih kekuasaan sebagai pengambil kebjakan.
Awal runtuhnya bangunan Sukarno di Indonesia tahun 1955-1970 itu ditandai dengan terjadinya devaluasi dan inflasi sehingga harga barang dan bahan pokok membungbung tinggi mengakibatkan rakyat sulit memenuhi kebutuhan rumah tangga. Penderitaan rakyat tak lagi dapat terbendung, negara tak dapat lagi mengatasi permasalahan rakyatnya maka yang terjadi kekacauan, pemerkosaan, pembunuhan dan perampokan terjadi dimana-mana. Wal hasil skenario perencanaan kudeta oleh kaum kapitalis berhasil diwujudkan mengakibatkan berakhirnya pemerintahan yang beranut sosialis juga hadirya pemerintahan baru yang dikenal order baru (develomentalis) yang menganut ideologi kapitalis. Tragedi bersejarah di Indonesia ditahun 1966 hampir menyerupai kejadian yang terjadi di Amerika yaitu kudeta pada tahun 1930-an presiden Amerika Franklin D.Roosevelt yang tidak berpihak pada pemilik modal. Saat itu Amerika mengalami krisis yang menyamai kondisi Indonesia, perekonomian dunia mengalami destabilasasi, teory tentang ekonomi liberal menurut Keynes digugurkan oleh teori baru arena teori tersebut tidak konteks dengan kondisi saat itu, maka untuk terbebas dari ancaman krisis tersebut presiden F.D Roosevelt mengeluarkan solusi dari krisis dunia dengan hadirnya kebijakan-kebijakan anti laissez-faire seperti :
1. Kontrol negara terhadap pelaku pasar
2. Regulasi negara terhadap kegiatan ekonomi
3. Membuat undang-undang anti penggabungan industri
4. Membuat peraturan pemerintah mengenai perlidungan buruh.
Dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Roosevelt ternyata terjadi ketidaksepakatan dengan Pemilik modal, padahal presiden AS hanya ingin mendirikan Welfar state (negara sejahtera) sebagai solusi dari krisis finansial global.
Hadirnya ideologi developmentalis yang diterapkan oleh Soeharto diawal pemerintahannya mengakibatkan kehancuran sistem di Indonesia sampai sekarang. Pembangunan terjadi dimana-mana dengan meminjam modal asing untuk kelancaran pembangunan. Investor terbuka lebar untuk menanamkan saham di Indonesia mulai dari Industri sampai Jasa, dari beberapa sektor, sekitar 85% yang ada dalam negeri dikuasai oleh investor asing dan sisanya 15 % saham milik Negara. Jatuhnya Suharto ditahun 1998 bukannya solusi malah menyisahkan hutang yang harus ditanggung oleh rakyat Indonesia, bahkan calon bayi Indonesia sudah memiliki hutang akibat Hutang Luar Negeri (HLN) dari bantuan World Bank dan IMF.
Maka untuk keluar dari krisis yang melanda bangsa ini, kita harus kembali menanamkan kearifan lokal dan kemandirian lokal sebagai wujud kecintaan terhadap Indonesia. Demokrasi yang dianut oleh Eropa jauh sebelumnya sudah diterapkan oleh Indonesia, tapi kita melupakan nilai-nilai kebudayaan kita sendiri.
Sampai kapan kita terus berada dalam ruang keterpurukan??mari bangkit kawan kita kembali bercermin dari kejayaan kita masa lalu, kejayaan masa lalu ketika ditanamkan pada usia dini maka kelak bangsa kita menjadi welfare state atau civil society. Jepang pernah mengalami hal serupa dengan bangsa kita, sewaktu agenda 3G mulai dijalankan, maka kekaisaran Jepang melakukan proteksi barang yang masuk dinegaranya dan mengembangkan sektor pendidikan dan pertanian untuk kebutuhan dasar masyarakat Jepang.
Di Indonesia para petani dianggap miskin karena tidak sesuai dengan standarisai dari pemerintah juga standarisasi WTO. Para petani kita dijadikan sebagai masyarakat termarjinalkan dari bangsa kita. Belum lagi mengenai sistem pendidikan Indonesia yang luar biasa bobroknya, bahkan dijadikan komoditi dan alat hegemoni untuk mempertahankan kekuasaan (status quo).
Sistem pendidikan di Indonesia bukan lagi hak dasar bagi masyarakat Indonesia melainkan suatu sistem pembodohan, tujuan dari pendidikan adalah memerdekakan manusia, jadi hal paling dasar dari kehidupan adalah kemerdekaan. Namun kemerdakaan apa yang ada dibangsa kita??? Kemerdakaan atau ketertidasan???.
Untuk para pemuda yang gila, untuk para pemuda berjiwa malaikat, dan untuk para perempuan yang mendidik anaknya, juga ustad yang memberikan perncerahan, guru yang mengajarkan nilai untuk masa depan, profesor, pejabat saatnya kita merangkai jari-jemari membangun tembok persatuan menemukan kejati diri bangsa dan menjaga keharmonisan.
GITAR BERDARAH, LANTAI JASAD
Teriakan-teriakan tangis bayi disiang, malam dan pagi hari menjadi hiburan tersendiri bagi tentara zionis, mereka mengekspresikan kesenangannya dengan memetik senar gitar iblis hingga petikan gitar itu terdengar diseluruh dunia. Mereka senantiasa menyanyikan lagu iblis dengan nada yang tak beirama tapi mampu memisahkan ruh dari jasadnya, mereka menari-nari diatas jasad yang penuh lumuran darah sebagai tanda kesenangannya.
OH…zionis engkau adalah titisan Dajjal yang terkutuk, manifestasi dari semua keburukan, tahukah kau seluruh dunia mendoakanmu untuk kembali kejalan cinta kasih,
Oh zionis…mereka bukan binatang,
Oh Zionis kemana kamanusiaanmu…..
Apa yang mereka perjuangkan???
Apa yang mereka inginkan???
Akankah ini berakhir???kapan???
Darah dan mayat menjadi tontonan ummat yang berada didunia, tiap detik tentaa zionis berjalan dilantai berlumur darah dan air mata. Udara ditanah palestin berubah menjadi udara beracun efek dari senjata kimia. Untuk para syuhada berjuanglah karena ribuan prajurit langit bersamamu walu mereka tak Nampak tapi mereka sangat, doa-doamu saudaramu senantiasa hadir menemanimu dalam ruang pertarunganmu. Darah yang mengalir ditubuhmu ibaatanya aliran sungai surga yang menyejukkan kalbu dan menerangi kegelapanmu.
Pencerahan dan kegelapan adalah suatu hal yang tak mampu dipisahkan namun mampu dibedakan, kini saatnya para pejuang kemanusiaan mengumandangkan doa untuk para syuhada di Bumi Palestina, mendoakan mereka untuk memenangkan perjuangan kebenaran. Dan mereka para ziones semoga mereka mendapakan pencerahan dari Tuhan maha pencipta dan maha kasih, dan hingga mereka menyadari bahwa daerah mereka adalah tempat kelahiran para manusia suci yang dinobatkan dari Tuhan supaya tidak lagi mengotorinya dengan darah dan air mata kesedihan.
Semua agama yang ada didunia entah itu Hardik ataupun Samawi mereka medambakan dan mengharapkan pencerahan.
Kader bunglon
Setiap detik nafas senantiasa menemani dalam proses gerak manusia, jejak kaki adalah sebuah langkah menuju kealam kesadaran seiap makhluk, namun terkadang langkah itu terhenti karena kerasnya badai yang mesti dilalui. Pabila manusia berhasil melewati setiap terpaan badai, maka dia yang bakal terpilih menjadi manusia sempurna diantara manusia. Pengetahuan adalah bagai perahu untuk menapak samudera, pengetahuan itu datang tak diundang, pergi tak diantar ibaranya jelangkung. Pengetahuan juga diibaratkan binatang liar, jika binatang liar itu domestifkasi maka binatang tak liar lagi, begitu pun dengan pengetahuan dibutuhkan proses kebiasaan, kemudian menjadi pembiasaan dalam menacari jati jati diri.
Dari masa kemasa terjadi proses perkembangan, setiap makhluk pasti berevolusi untuk mampu beradaptasi dalam menggegam realitas. Namun yang terjadi untuk sekarang ini adalah noktah pembiasan pengetahuan. Mereka saat ini sangat sulit merunut puing-puing pengetahuan, yang kelak pengetahuan itu menjadi cerminan dia ada.
Hal itu mestinya disadari, karena merupakan badai besar dalam proses berlayar setiap insan, ketika telah ada pengetahuan tentang hal itu dibutuhkan spirit perjuangan tak mengenal bahasa usai dan lelah atau pun jenuh. Karena itu, suatu bagian kehidupan yang sangat subtansi dalam melangkah untuk mencapai cita dan cinta setiap insan.
Spirit perjuangan kini telah memudar, semangat intelektual semakin jauh dari noktah yang ditempuh, entah ini adalah sebuah warisan masa lalu yang kemudian menjadikan manusia sekarang mengalami pengerdilan makna, sehingga sebuah gagasan cemerlang tentang kedamaian dan keseimbangan realitas makro dan mikro dapat tercipta.
Manusia modern semakin menampakkan kekerdilan berpikir, ini adalah kado istemewa untuk kebodohan massif, mereka hanya menjadi piong-piong orang-orang cerdas, budak untuk sebuah Negara.
Kebodohan adalah ketidakmampuan untuk menjawab tantangan zaman, tidak mampu merasakan masa depan, sehingga ketika kebodohan berada dalam suatu Negara, maka akan terjadi kesenjangan social yang nantinya akan merusak suatu system social, moralitas, kebersamaan tidak ada lagi, hal ini disebabkan karena karena pendidikan dijadikan sebagai komoditi pasar, untuk mempertebal dompet segelintir orang, bahkan pendidikan bukan lagi subtansi kehidupan dalam bermasyarakat. masyarakat tanpa pengetahuan berarti mereka tak mengenal adab, tak mengenal adab berarti kriminalisasi, amoral akan terjadi, jika demikian maka kondisi suatu Negara akan merelakan semua potensi alamnya untuk negara lain, sehingga bangsa ini menjadi jatuh miskin dan menjadi pelacur murahan bagi Negara lain.
Pendidikan secara philosofi adalah memanusiakan manusia, atau kalau imam ali, r.a mengibaratkan bahwa ilmu adalah cahaya, semakin manusia mengejar ilmu maka manusia itu akan mendapatkan penerangan jalan untuk mencapai kesempurnaan. apakah hal ini tidak dipahami oleh pengambil kebijakan ?, ataukah mereka memahami akan tetapi mereka seolah-olah tidak mengerti akan hal itu ?, atau mereka mengerti namun pemikirannya hanya untuk mempertebal dompet mereka, demi mendapatkan kekayaan yang sifanya sementara??.
Bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang terdiri dari ribuan suku dan pulau-pulau yang bertebaran dari sabang sampai Marauke, namun kelak bangsa ini akan mengalami pergeseran budaya secara besar-besaran karena adanya pengaruh budaya dari bangsa lain yang berusaha untu menghllangkan budaya lokal yaitu scenario Globalisasi. Hal ini terjadi, dikarenakan pengetahuan mereka yang minim akan sebuah makna budaya bangsa. Juga pulau-pulau itu akan tenggelam karena efek dari global warming. Dalam hidup ini yang sangat subtansial adalah mengenal rahasia Kosmos, dan berusaha untuk menanamkan nilai-nilai kebudayaan local juga menyadari untuk menjaga kelestarian lingkungan. Dengan kesadaran itu, maka bangsa ini akan mencapai welfarestate juga kemiskinan, kebodohan bukan lagi ancaman bangsa kita.
